Negeri Cinta dan Ampunan (Sebuah Novel)
SUDAH TERBIT
Rp 75.000
- Abdul Hakim El Hamidy
- CV Hakim Publishing
- 978-602-990002-1-7
- 14.8 x 21 cm
- 184 Halaman
- Tahun 2011
Tambah Ke Keranjang Beli Sekarang
Sebuah cinta yang dibangun di atas taubat akan selalu menemukan jalannya menuju cahaya.
Bersama Ainul, istrinya yang salehah, seorang pemuda memulai lembaran baru kehidupan. Malam-malam mereka dipenuhi tahajud, zikir, dan doa; hari-hari mereka dihiasi tekad untuk menebus dosa-dosa masa lalu. Namun, ketika sebuah surat dari Bu Haji mengabarkan nasib pilu Neyla—perempuan yang pernah hadir dalam perjalanan hidupnya—mereka memutuskan untuk datang membawa harapan.
Takdir ternyata telah mendahului langkah mereka.
Di ujung perjalanan, mereka berhadapan dengan sebuah peristiwa yang mengguncang jiwa, memaksa mereka merenungi makna cinta, kehilangan, taubat, dan keluasan ampunan Allah. Di sanalah mereka belajar bahwa manusia hanya mampu merencanakan, sedangkan Allah menuliskan akhir kisah yang paling sempurna bagi hamba-hamba-Nya.
Negeri Cinta dan Ampunan bukan sekadar novel. Ia adalah perjalanan spiritual yang mengajak pembaca menangis, bercermin, memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah dengan hati yang penuh harapan. Setiap halaman menghadirkan renungan yang menyejukkan jiwa, membuktikan bahwa cinta sejati hanya akan menemukan kesempurnaannya dalam ridha dan ampunan-Nya.
Tak heran jika novel ini meninggalkan kesan mendalam di hati para pembacanya. Mereka menyebutnya sebagai karya yang indah, mengharukan, dan sarat hikmah. Keindahan bahasa yang sederhana namun menyentuh membuat pembaca larut dalam kisahnya, bahkan ada yang mengaku tak sanggup berhenti membaca hingga larut malam, menitikkan air mata sejak bab-bab pertama, dan merasakan seolah-olah firman-firman Allah hadir dalam balutan sastra yang memikat.
Bersama Ainul, istrinya yang salehah, seorang pemuda memulai lembaran baru kehidupan. Malam-malam mereka dipenuhi tahajud, zikir, dan doa; hari-hari mereka dihiasi tekad untuk menebus dosa-dosa masa lalu. Namun, ketika sebuah surat dari Bu Haji mengabarkan nasib pilu Neyla—perempuan yang pernah hadir dalam perjalanan hidupnya—mereka memutuskan untuk datang membawa harapan.
Takdir ternyata telah mendahului langkah mereka.
Di ujung perjalanan, mereka berhadapan dengan sebuah peristiwa yang mengguncang jiwa, memaksa mereka merenungi makna cinta, kehilangan, taubat, dan keluasan ampunan Allah. Di sanalah mereka belajar bahwa manusia hanya mampu merencanakan, sedangkan Allah menuliskan akhir kisah yang paling sempurna bagi hamba-hamba-Nya.
Negeri Cinta dan Ampunan bukan sekadar novel. Ia adalah perjalanan spiritual yang mengajak pembaca menangis, bercermin, memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah dengan hati yang penuh harapan. Setiap halaman menghadirkan renungan yang menyejukkan jiwa, membuktikan bahwa cinta sejati hanya akan menemukan kesempurnaannya dalam ridha dan ampunan-Nya.
Tak heran jika novel ini meninggalkan kesan mendalam di hati para pembacanya. Mereka menyebutnya sebagai karya yang indah, mengharukan, dan sarat hikmah. Keindahan bahasa yang sederhana namun menyentuh membuat pembaca larut dalam kisahnya, bahkan ada yang mengaku tak sanggup berhenti membaca hingga larut malam, menitikkan air mata sejak bab-bab pertama, dan merasakan seolah-olah firman-firman Allah hadir dalam balutan sastra yang memikat.
