Ketika Kebaikan Harus Diprioritaskan: Memahami Fastabiqu Al-Khairat dalam Perspektif Al-Qur’an
AKAN TERBIT
Rp. 85.000
- Wildatul Ainiyah
- CV Hakim Publishing
- 14.5 x 20.5
- 136 Halaman
- Tahun 2026
Tambah Ke Keranjang Beli Sekarang
Di tengah kehidupan modern yang penuh dengan persaingan dan beragam pilihan, manusia membutuhkan pedoman untuk menentukan apa yang harus diperjuangkan dan didahulukan. Al-Qur'an menghadirkan prinsip Fastabiqū al-Khairāt—berlomba-lomba dalam kebaikan—sebagai ajaran yang mengarahkan manusia agar setiap langkah kehidupan tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi, tetapi juga berorientasi pada kemaslahatan dan keridaan Allah Swt.
Buku “Ketika Kebaikan Harus Diprioritaskan: Memahami Fastabiqu al-Khairat dalam Perspektif Al-Qur’an” ditulis dalama rangka mengajak pembaca memahami konsep Fastabiqū al-Khairāt sebagai nilai Qur'ani yang mendorong manusia untuk menghadirkan kebaikan secara aktif, terarah, dan berkelanjutan. Berlomba dalam kebaikan bukan sekadar memperbanyak amal, tetapi juga menempatkan setiap perbuatan dalam skala prioritas yang tepat, mempertimbangkan nilai, manfaat, dan tujuan yang ingin dicapai.
Melalui kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, buku ini menguraikan bagaimana konsep prioritas dalam berbuat baik menjadi bagian penting dari ajaran Islam. Al-Qur'an memberikan panduan agar manusia mampu membedakan antara hal yang utama dan yang kurang utama, antara kepentingan pribadi dan kemaslahatan bersama, serta antara pencapaian material dan nilai-nilai spiritual.
Fastabiqū al-Khairāt menghadirkan paradigma bahwa kebaikan harus diwujudkan dengan kesungguhan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Prinsip ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti penguatan keimanan, pengembangan ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, pelayanan terhadap sesama, serta kontribusi positif dalam membangun masyarakat.
Buku ini menegaskan bahwa ajaran berlomba dalam kebaikan tetap memiliki relevansi kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Ketika manusia semakin dihadapkan pada kompetisi yang berorientasi pada prestasi dan keuntungan, Al-Qur'an menawarkan arah baru: menjadikan kebaikan, kemanfaatan, dan nilai ketakwaan sebagai ukuran utama keberhasilan.
Buku “Ketika Kebaikan Harus Diprioritaskan: Memahami Fastabiqu al-Khairat dalam Perspektif Al-Qur’an” ditulis dalama rangka mengajak pembaca memahami konsep Fastabiqū al-Khairāt sebagai nilai Qur'ani yang mendorong manusia untuk menghadirkan kebaikan secara aktif, terarah, dan berkelanjutan. Berlomba dalam kebaikan bukan sekadar memperbanyak amal, tetapi juga menempatkan setiap perbuatan dalam skala prioritas yang tepat, mempertimbangkan nilai, manfaat, dan tujuan yang ingin dicapai.
Melalui kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, buku ini menguraikan bagaimana konsep prioritas dalam berbuat baik menjadi bagian penting dari ajaran Islam. Al-Qur'an memberikan panduan agar manusia mampu membedakan antara hal yang utama dan yang kurang utama, antara kepentingan pribadi dan kemaslahatan bersama, serta antara pencapaian material dan nilai-nilai spiritual.
Fastabiqū al-Khairāt menghadirkan paradigma bahwa kebaikan harus diwujudkan dengan kesungguhan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Prinsip ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti penguatan keimanan, pengembangan ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, pelayanan terhadap sesama, serta kontribusi positif dalam membangun masyarakat.
Buku ini menegaskan bahwa ajaran berlomba dalam kebaikan tetap memiliki relevansi kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Ketika manusia semakin dihadapkan pada kompetisi yang berorientasi pada prestasi dan keuntungan, Al-Qur'an menawarkan arah baru: menjadikan kebaikan, kemanfaatan, dan nilai ketakwaan sebagai ukuran utama keberhasilan.
