BLANTERTOKOSIDEv102
6217215329334371520

Melodi Wahyu: Seni Nagham dalam Keindahan Tilawah Al-Qur’an

Melodi Wahyu: Seni Nagham dalam Keindahan Tilawah Al-Qur’an


AKAN TERBIT

Rp 85.000
  • Andi Fadilatul Awwaliyah
  • CV. Hakim Publishing
  • -
  • 14.5 x 20.5 cm
  • 134 Halaman
  • Tahun 2026

Tambah Ke Keranjang Beli Sekarang
Al-Qur'an tidak hanya dipahami sebagai teks suci yang dibaca dan dikaji maknanya, tetapi juga dihayati melalui pengalaman estetis yang menghadirkan keindahan suara, irama, dan ekspresi dalam pembacaan ayat-ayatnya. Seni tilawah Al-Qur'an dengan penggunaan nagham atau maqamat menjadi salah satu bentuk interaksi umat Islam dengan wahyu yang memperlihatkan bagaimana Al-Qur'an dihidupkan melalui perpaduanantara dimensispiritual, artistik, dan kultural.
Buku ini mengkaji seni nagham dalam tilawah Al-Qur'an sebagai bentuk resepsi estetis terhadap wahyu. Melalui pendekatan penelitian kualitatif fenomenologis, buku ini mengungkap bagaimana para pembaca Al-Qur'an menghadirkan keindahan tilawah melalui perpaduan antara penguasaan ilmu tajwid, fashahah, teknik vokal, pengaturan nada, pengelolaan napas, serta pemilihan dan pengembangan maqamat dalam pembacaanayat-ayat suci.
Buku ini menjelaskan bahwa keindahan tilawah bukan sekadar aspek seni suara, tetapi merupakan bentuk penerimaan dan penghayatan terhadap Al-Qur'an yang diwujudkan melalui pengalaman estetis.Nagham menjadi media untuk mengekspresikan kedalaman rasa, menghadirkan kekhusyukan, serta memperkuat hubungan spiritual antara pembaca, pendengar, danayat-ayat yang dilantunkan.
Keragaman bentuk nagham dalam seni tilawah menunjukkan bahwa tradisi pembacaan Al-Qur'an terus berkembang mengikuti dinamika budaya dan kreativitas umat Islam. Variasi maqamat, pengolahan melodi, dan teknik penyajian tilawah memperlihatkan bahwa Al-Qur'an memiliki ruang apresiasi yang luas, di mana nilai keindahan berjalanselaras dengan ketundukan terhadap pesan-pesan ilahi.
Buku ini menegaskan bahwa seni tilawah merupakan salah satu bentuk Living Quran yang memperlihatkan keberlangsungan hubungan umat Islam dengan Al-Qur'an dalam ranah estetis. Melalui melodi wahyu, Al-Qur'an tidak hanya dibaca dengan lisan, tetapi juga dihayati melalui rasa, keindahan, dan pengalaman spiritual yang terus hidup dalam tradisi masyarakat Muslim.