BLANTERTOKOSIDEv102
6217215329334371520

Menguji Klaim The Secret: Law Of Attraction dalam Perspektif Al-Qur'an

Menguji Klaim The Secret: Law of Attraction dalam Perspektif Al-Qur’an


AKAN TERBIT

Rp. 135.000
  • Abdul Hakim El Hamidy
  • CV Hakim Publishing
  • 14.5 x 20.5 cm
  • 316 Halaman
  • Tahun 2026

Tambah Ke Keranjang Beli Sekarang
Perkembangan dunia modern telah menghadirkan berbagai gagasan dan pemikiran baru tentang manusia, kehidupan, serta cara seseorang mencapai keberhasilan dan kebahagiaan. Salah satu gagasan yang menarik perhatian luas masyarakat global adalah konsep Law of Attraction (LoA) yang semakin populer setelah diperkenalkan melalui buku dan film The Secret karya Rhonda Byrne. Konsep ini menawarkan pandangan bahwa pikiran, keyakinan, dan energi positif manusia memiliki peran besar dalam membentuk realitas kehidupan.
Di satu sisi, gagasan tersebut memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk membangun optimisme, meningkatkan motivasi, dan mengembangkan potensi diri. Namun, di sisi lain, konsep Law of Attraction juga menghadirkan sejumlah persoalan filosofis dan teologis, terutama ketika dikaitkan dengan pertanyaan tentang batas kemampuan manusia, hubungan antara usaha dan hasil, serta posisi kehendak Tuhan dalam kehidupan manusia.
Sebagai agama yang memberikan perhatian besar terhadap dimensi lahir dan batin manusia, Islam memiliki pandangan yang mendalam mengenai pikiran, keyakinan, harapan, usaha, doa, serta hubungan manusia dengan Allah Swt. Al-Qur’an mengajarkan bahwa manusia memiliki potensi untuk berusaha dan melakukan perubahan dalam kehidupannya, tetapi seluruh realitas tetap berada dalam ilmu, kehendak, dan kekuasaan Allah Swt.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk menghadirkan kajian kritis terhadap klaim-klaim yang berkembang dalam konsep Law of Attraction, khususnya sebagaimana dipopulerkan dalam The Secret, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai perspektif utama dalam melihat hubungan antara manusia, pikiran, harapan, dan realitas kehidupan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih proporsional, sehingga pembaca mampu melihat potensi manusia tanpa mengabaikan posisi Allah sebagai sumber segala kekuatan dan ketentuan.