Membangun Karakter Melalui Kurikulum Merdeka: Perspektif Ekologis
AKAN TERBIT
Rp. 115.000
- Dr. Jias Mengki, M.A.
- CV. Hakim Publishing
- -
- 15.5 x 23 cm
- 298 Halaman
- Tahun 2026
Tambah Ke Keranjang Beli Sekarang
Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan mendasar pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari upaya membentuk manusia berpengetahuan, berakhlak, dan bertanggung jawab. Keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui perkembangan sikap, integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan peserta didik menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks inilah, buku Membangun Karakter melalui Kurikulum Merdeka: Perspektif Ekologis karya Dr. Jias Mengki, M.A. hadir sebagai sumbangan pemikiran yang relevan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
Pembentukan karakter bukanlah proses yang berlangsung secara instan melalui penyampaian nasihat atau pengajaran nilai di ruang kelas. Karakter tumbuh melalui keteladanan, pembiasaan, pengalaman, dan interaksi yang berkesinambungan. Karena itu, sekolah perlu menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut akan lebih bermakna ketika tidak hanya diajarkan, tetapi juga diwujudkan dalam budaya sekolah dan perilaku orang-orang yang berada di dalamnya.
Buku ini menawarkan perspektif ekologis yang memandang pembentukan karakter sebagai hasil interaksi antara peserta didik dan lingkungan kehidupannya. Keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat, serta lingkungan digital turut memengaruhi perkembangan sikap dan perilaku anak. Perspektif ini menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada guru atau sekolah semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak untuk membangun lingkungan
Pembentukan karakter bukanlah proses yang berlangsung secara instan melalui penyampaian nasihat atau pengajaran nilai di ruang kelas. Karakter tumbuh melalui keteladanan, pembiasaan, pengalaman, dan interaksi yang berkesinambungan. Karena itu, sekolah perlu menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut akan lebih bermakna ketika tidak hanya diajarkan, tetapi juga diwujudkan dalam budaya sekolah dan perilaku orang-orang yang berada di dalamnya.
Buku ini menawarkan perspektif ekologis yang memandang pembentukan karakter sebagai hasil interaksi antara peserta didik dan lingkungan kehidupannya. Keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat, serta lingkungan digital turut memengaruhi perkembangan sikap dan perilaku anak. Perspektif ini menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada guru atau sekolah semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak untuk membangun lingkungan
